Mungkin tak seperti para komprador-komprador kelas kakap yang membocorkan rahasia negara, atau menjual sebagian aset dengan harga murah dengan alasan untuk menutupi defisit anggaran negara.
Komprador kali ini adalah komprador kelas teri yang mungkin tak menghabiskan banyak materi tetapi ia menghabiskan cukup banyak tenaga orang-orang di sekitar. Kadang ia berulah dengan menenbus tabu manhaj, kadang ia juga membawa barang baru yang perlahan menghilangkan kepekaan kolektif terhadap hal-hal yang dulu dianggap sangat penting.
Tak semua yang baru buruk demikian pula tak semua yang lama baik, tetapi setiap sesuatu ada kadarnya, pada kadarnya itu setiap kita menimbang efek yang akan di timbulkan di masa yang akan datang, disinilah wilayah kerja nalar dan penguasaan pada segala hal yang ada dalam lingkungan dakwah ini, bahkan disini pula wilayah kerja apa yang sering disebut dengan bashiroh, maka di wilayah ini pula setiap orang harus bekerja keras agar semuanya terjaga.
Ada komprador kelas teri yang sama sekali tidak mengetahui bahwa ia adalah seorang komprador. Mungkin karena terlalu asyik dengan apa yang ia sebut dengan improvisasi atau karena terlalu terlena dalam euphoria rasionalisasi yang akhir-akhir ini melanda banyak kalangan termasuk para kader dakwah. Adapula yang memang tidak mengetahui bahwa tabu manhaj ini telah ia tembus karena memang pengetahuannya tak sampai pada wilayah manhaji, ia bergabung sudah cukup lama akan tetapi ia sendiri pun bingung untuk apa ia bergabung, ketika di tanya kenapa ia bergabung?, ia mengatakan "iseng" atau kata-kata sejenis yang sangat minimalis.
Ada pula komprador kelas teri yang memang sengaja menempatkan dirinya sebagai pembaharu, padahal ia tak memahami secara utuh ke arah mana dakwah ini akan bermuara serta jalan mana yang akan di tempuh. Akibatnya ada orang yang tersenyum di balik layar menyaksikan hasil kerjanya yang cerdas, yang tak banyak menguras tenaga karena ia hanya sedikit menyulut api kemudian menjalar dengan bahan bakar minyak bernama kader dungu.
Tak pernah bisa di tawar dalam setiap perjalanan seseorang harus memiliki peta jika ia tak ingin mati sia-sia.
Adapula yang menangis setelah mengetahui bahwa ia telah melakukan kesalahan, tetapi banyak pula yang dengan bangga mengemukakan dalil bahwa orang-orang yang salah dalam berijtihad mendapatkan pahala satu. Tak banyak orang yang menempatkan dalil seperti ini untuk melihat kesalahan orang lain bukan untuk melihat kesalahan diri sendiri. Agar persatuan terjaga. Sedangkan kesalahan terminimalisir.
Sekecil apapun pengkhianatan ia tetaplah pengkhianatan, yang tak bias begitu saja di biarkan berkembang biak di dalam diri. Termasuk pengkhianatan terhadap nurani yang menjerit minta di dengarkan. Siapa yang menyangka bekerja dengan sepenuh tenaga tetapi hasilnya nihil di hadapan Allah.
Mungkin kau tak pernah menyangka bahwa ada orang yang sengaja menjadikan dirinya seorang komprador dengan alasan untuk mendinamiskan gerakan, atau alasan yang lain yang bermakna ganda dan sulit untuk dikatakan salah meskipun juga tak mungkin untuk dikatakan benar. Tak tahu kah ia bahwa kapanpun dakwah ini pasti akan dinamis, tak perlu banyak berargumentasi cukup suruh saja ia membaca sejarah dakwah para pendahulu. Dakwah ini tak perlu sandiwara, apalagi lakon-lakon picisan yang akan merenggangkan barisan. Yang dibutuhkan adalah keseriusan, pemahaman dan kerja nyata.
Ada yang berdarah-darah, ada yang berurai air mata, ada yang bersimbah keringat, ada pula yang terkuras isi kantong, tetapi tak pernah mengeluh apalagi berpikir untuk mundur. Ah… alangkah malunya isi kantong masih penuh, keringat belum juga keluar, air mata tak pernah menggenangi pelupuk, darah masih aman dalam balutan kulit tetapi telah mengeluh capek, lelah dan kata-kata sejenis yang menuntut untuk berhenti bekerja.
Jangan pernah berlaku baik pada musuh dengan membuatnya bekerja sedikit tetapi menuai hasil yang melimpah. Mungkin kau tak menyadari bahwa kau telah bekerja untuk musuh, tetapi kau sadari atau tidak mereka telah menuai.
Siapa yang tak menginginkan semuanya berakhir dengan indah?, dengan senyuman, dengan sedikit derai tawa atau tangis bahagia. Tak ada, semuanya menginginkan kebahagian pada akhirnya termasuk para komprador itu. Tetapi tak semuanya mempersiapkan diri sejak sekarang.
Wallahu A'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar